Selasa, 18 Oktober 2016

keluarga sakinah bagimu yang tengah menanti

Keluarga sakinah
Keluarga sakinah adalah keluarga yang dibina di atas restu dan ridha Allah swt, di dalamnya terdapat kedamaian atau ketenangan. Tujuan utama menikah adalah mendapatkan ketenangan lahir dan batin, memperoleh keturunan dan menyempurnakan setengan agama.
Ketenangan dapat diperoleh dengan beberapa cara yaitu:
1.      Berusaha berucap dengan baik dan yang baik-baik
2.      Berusaha selalu tersenyum disegala kondisi
3.      Menggauli istri dengan cara yang baik
Siapa orang yang tak menginginkan menikah, membangun rumah tanggga yang bahagia, tentram dan damai. Pastilah semua orang menginginkannya, akan tetapi menikah tidak semudah mengedipkan mata. Menikah bukan perkara yang mudah meskipun melaksanakan ijab dan qobul hanya membutuhkan beberapa menit saja, tapi setelah menikah akan kau bawa kemana rumah tangga mu itu, dengan siapakan kamu menikah, keluarga yang bagaimana yang akan kamu bangun, apa yang menjadi landasan ketika kamu patah dan terjatuh.
Beribu tanda tanya muncul ketika kaki akan melangkah untuk menikah, keraguan mungkin mendera begitu mendalam tapi karena menikah adalah suatu amalan yang menyempurnakan agama serta sunah rasulillah saw maka menikah bagi muslim adalah sebuah kebahagiaan dan harapan. Ketika hati ragu ingin menikah, maka yakinlah bahwa Allah swt memberikan kemudahan-kemudahan yang amat sangat banyak. Janji Allah swt begitu nyata “laki-laki yang baik hanya untuk wanita yang baik dan laki-laki yang keji hanya untuk wanita yang keji pula”. ( QS. 24:26 ) sudah jelaslah konsep pernikahan yang Allah swt ciptakan, maka kunci dari ketenangan adalah berusaha memperbaiki diri sehingga menjadi baik untuk memperoleh jodoh yang baik, begitu sebaliknya.
Allah swt pun telah berfirman “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.”
( QS. 30:21)
Coba kita renungkan bagaimana maha adilnya Allah swt, yang menciptakan segala sesuatu tanpa ada yang sia-sia yang bermanfaat bagi mahkluk-Nya. Bahkan Allah swt menciptakan pasangan kita dari jenis kita sendiri yang akan mampu menimbulkan kecondongan hati dan rasa yang tentram.
So.................................
Menikahlah dengan wanita yang sekufu, berdasarkan keimanannya bukan karena kecantikan, harta, jabatan ataupun kemolekan tubuhnya. Karena barang siapa yang mencintai manusia karena nafsu atau kepentingan dunia (kecantikan, kedudukan dan harta) maka kelak di akhirat maka cinta itu akan berubah menjadi permusuhan.

KAU

Kau

Kau yang ajari aku memetik gitar kehidupan
Agar tercipta kasih yang lama tak ku dengarkan
Kau yang ajari mengeja keindahan hidup
Yang lama tersingkirkan dalam benak
Tahukah
Kau membuat sayang ku lebih untuk mu
        kau izinkan aku duduk diberanda hatimu
        agar cukup kucondongkan kepalaku
Untuk melihat apa yang ada disana
Dan mengambil sebongkah cinta untukku
Kau yang ajari aku sisa hidup
Melihat karunia-nya
Mesyukuri nikmat yang ada
Mari kita bersandar dalam kepercayaan
Mari kita berteduh dibawah pilar cinta dan kebahagiaan


kau boleh acuhkan aku

Engkau Boleh Acuhkan Aku


Sikap mu begitu sulit untuk ku mengerti
Cara mu menyentuh hati ku pun sulit untuk ku terima
Tapi hati ku ini sudah terlanjur mencintai
Dan hanya kesabaran yang kini ku miliki
            Hingga kapan aku menanti
            Asa yang tertutup oleh ego dan keangkuhan diri
            Menerima semua yang kau beri
            Meski itu tak mudah untuk ku jalani
Cintaku sudah tersimpan rapi
Dalam hati bertelekan ketulusan yang suci
Namun mungkin belum mampu membuat mu mengerti
Bahwa cintaku benar-benar sempurna kuberi
            Hasrat yang terpendam selama ini
            Mimpi demi mimpi yang menghantui
            Seakan diri ini tak berarti
            Hingga sikap mu mengacuhkan cintaku
Mungkinkah tangis air mata ini
Akan terganti dengan kebahgiaan nanti
Akankah semua keinginan hati akan terpenuhi
Tapi cintaku akan tetap disini menunggu takdir Ilahi
            Engkau boleh acuhkan aku
            Tapi aku tak sanggup tuk melangkah pergi
            Cemooh mereka memang membuat peri

            Tapi lebih perih bila aku pergi dengan membawa sejuta penyesalan diri

hati yang sabar menanti

Hati yang sabar menanti


Disaat hati ini mulai menetapkan pilihan
Engkau jua beri aku sejuta alasan untuk pergi
Tak pernah terfikir dalam hati
Semua nya menjadi teka teki hidup yang tak pernah terlintas akan menghampiri
            Waktu demi waktu
            Ku jalani tanpa lagi kehangatan kasih sayang mu
            Tak lagi aku rasakan cinta yang nyata dari sikap mu
Tak lagi aku dapatkan semua itu saat ini
Derai air mata yang hadir
Adalah cipta hati yang terluka
Akan tetapi hati tak lagi kuasa
Untuk melangkah pergi jauh kesana
            Hati yang sabar menanti
Akan hadirnya cahaya yang murni
Cinta yang tulus dan suci
Kasih sayang yang nyata dengan pesonanya
Wahai tuhan ku...
Hati ini senantiasa bersambut
Dengan suara dan sentuhan Mu yang begitu lembut
Membuatku kuat

Untuk menanti cinta yang tulus dan suci

by. ayang kurnia

andai gelombang menerpa bahteramu

Andai Gelombang Menerpa Bahteramu


Rasulillah saw bersabda:  “Barang siapa yang disayangi Allah swt, disenangi dan ingin mendapatkan kebaikan dari-Nya, maka Allah swt akan memberikan ujian padanya”. Pertanyaan nya bagaimana jika Allah swt menggoyahkan bahtera kita (rumah tangga) sebagai ujian dari-Nya????
Apakah jawabannya.........................................
Jawabannya sangatlah mudah dan sederhana
1.      Kenali istrimu atau pujaan hatimu
Kenalilah sang pujaan hati, sadari kodrat nya diciptakan sebagai wanita, yang sesungguhnya wanita itu adalah mahkluk yang amat lemah dan suka berbelok. Wanita itu diciptakan dari tulang rusuk yang bengkok, maka wanita akan cenderung untuk melakukan kesalahan, berkeluh kesah, ingin dimengerti, difahami, dituruti, diperhatilkan, dll
Kemudian sadari juga akan kwajiban mu “arrijalu qowwamuna ‘alan nisa’”
Apa artinya qawwamuna? Artinya adalah laki-laki atau pemimpin itu harus melakukan tiga hal yaitu: memperhatikan, menjaga dan memperbaiki. So.... perhatikanlah pujaan hatimu itu, jagalah dia, jaga hatinya perasaannya jangan kau nodai cintanya dengan sikap, tutur kata dan keegoisan mu. Selanjutnya perbaikilah ia disisi yang kau rasa kurang tapi perbaiki dan nasehati dengan cara yang baik, lembut dan manis.
2.      Fahami sifaf-sifat wanita
Untuk dapat mengenal dan menangani istrimu dengan tepat maka kenalilah sifat-sifat dari seorang wanita, wanita itu memiliki beberapa sifat dasar yaitu:
a.       Labil atau berubah-ubah
Wanita itu sering berubah-ubah, sering melakukan kesalahan maka nasehatilah ia, benahilah kekurangannya dengan bahasa yang santun dan cara yang hasan. Mengapa harus dengan bahasa yang santun dan cara yang hasan karena wanita itu amatlah perasa, rapuh dan mudah tersinggung.
Rasulillah saw bersabda: “jagalah gelas-gelas cantik-cantik ku (wanita) karena jika kau menjatuhkan dan ia pecah, sampai kapanpun kau tak akan pernah mampu mengembalikannya seperti semula”.
b.      Pencemburu
Sifat cemburu yang dimiliki soerang wanita adalah hasil dari kasih sayang yang tulus yang dimilikinya meskipun terkadang cemburu itu muncul dari rasa sayang yang berlebihan dan berakibat negatif bagi yang dicemburui dan pencemburunya. Tapi meskipun demikian, ada dampak positifnya dari cemburu itu, karena wanita pencemburu akan lebih mampu menjaga kesucian cinta dan mampu menjaga keluarga yang ia sayangi.
c.       Perasa
Wanita itu diciptakan perasa dan mudah tersinggung, karena itulah kodratnya wanita sebagai seorang ibu yang lebih mampu merasakan, memiliki kepekaan yang lebih. Itulah mengapa wanita lebih lemah, rapuh dan harus dijaga karena ia diciptakan Allah swt dengan hati yang amat lembut.
d.      Senang dengan penampilan yang baik
Wanita itu lebih senang kerapihan, keserasian dan kebersihan. Penampilan akan menjadi fokus utama seorang wanita, hasratnya tentang keserasian itu amatlah tinggi. Makanya wanita akan lebih senang mengomel ketika melihat atau merasa kurang cocok dengan sesuatu termasuk penampilan.
e.       Senang dipuji, disanjung, dirayu dan dimanja
3.      Khususkan waktu untuk berbincang, bercumbu rayu dengan bidadarimu itu
Dari sekian detik dan menit sempatkanlah waktu mu untuk berdua dengan bidadari mu itu, meskipun hanya untuk tidur dipangkuan dan mengatakan ucapan sayang, cinta atau terima kasih. Waktu berdua inilah waktu yang sangat berharga bagi istrimu dan bagi kau para suami. Istrimu butuh waktu berdua dengan mu, ia ingin bercerita tentang apa yang ia lakukan seharian tanpa mu, ia ingin manja dengan mu, ia ingin mengutarakan apa yang menjadi kekesalannya mungkin, menjadi kelelahannya mungkin, membuatnya bersyukur mungkin dll. Dengarkan segala yang diceritakannya, jadilah suami dan pendengar yang baik atas cerita istrimu, jika ada yang buruk maka cukuplah kamu diam dan membuangnya tanpa harus kamu sela pembicaraannya dan menyalahkan dia. Dan bagi para suami, gunakanlah waktu berdua ini untuk memadu cinta, merayu istrimu, melepas rindumu, melepaskan penat yang ada dihatimu dengan bersenda gurau bersama bidadarimu di dalam istinamu. Buang jauh-jauh ego masing-masing, menyatulah dalam cinta dan kasih yang tulus karena Allah swt, menjadi kekasih yang halal karena Allah swt bukan karena nafsu semata.Wallahu a’lam bis shawab, semoga bermanfaat jika ada kesalahan penulis mohon maaf dan kepada Allah swt penulis memohon ampun.

ayang kurnia, PPTQ mutiara ilmu

Minggu, 08 Februari 2015

penelitian dasar dan terapan



.    Penelitian Dasar dan Terapan
Penelitian Dasar (Basic Research). Penelitian dasar atau penelitian murni adalah pencarian terhadap sesuatu karena ada perhatian atau keingintahuan terhadap hasil suatu aktivitas. Penelitian dasar dikerjakan tanpa memikirkan kepraktisan atau titik terapan. Hasil dari penelitian dasar adalah pengetahuan umum dan pengertian-pengertian  atau  hubungan-hubungan. Pengetahuan umum ini untuk memecahkan masalah-masalah praktis, jadi tidak memberikan jawaban yang menyeluruh untuk tiap masalah tersebut.
Penelitian Terapan (Applied Research/Practical Research) Penelitian terapan adalah penyelidikan yang hati-hati, sistematik dan terus-menerus terhadap suatu masalah dengan tujuan untuk digunakan dengan segera pada keperluan tertentu. Hasil penelitian tidak perlu sebagai suatu penemuan yang baru, tetapi merupakan aplikasi baru dari penelitian yang telah ada.
Penelitian terapan memilih masalah yang ada hubungannya dengan keinginan masyarakat serta untuk memperbaiki praktek-praktek yang ada. Penelitian terapan diharapkan hasilnya diperoleh dalam waktu dekat/secepatnya, karena bila penelitiannya cukup lama maka diragukan hasilnya sudah kadaluarsa.
2.    Kualitatif dan Kuantitatif
Dalam pengertian paling sederhana, data kuantitatif  melibatkan angka-angka, sedangkan data kualitatif melibatkan kata-kata.  Tetap ini perbedaan yang sangat sederhana dan ringkas.  Metode kualitatif dan kuantitatif berbeda  pada tujuan penelitian masing-masing, metode penelitian yang digunakan peneliti, peran peneliti dan tingkat yang mungkin disamaratakan.
Penelitian kuantitatif pada umumnya mendasarkan penelitiannya atas fakta yang dipercaya dan perasaan yang dapat dipisahkan. Dimana dunia merupakan fakta yang dapat ditemukan. Penelitian kualitatif, pada sisi lain, berasumsi bahwa dunia itu terdiri dari berbagai kenyataan, secara sosial dibangun dengan pandangan individu yang berbeda pada situasi yang sama. Ketika terdapat suatu penelitian yang tepat, peneliti kuantitatif mencari dan menetapkan hubungan antara variabel dan kadang-kadang menjelaskan penyebab dari hubungan itu. Penelitian kualitatif, pada satu sisi, lebih terkait tentang pemahaman situasi dan peristiwa dari sudut pandang seseorang. Maka seseorang cenderung untuk terlibat secara langsung dalam proses penelitiannya sendiri.
Penelitian kuantitatif telah menetapkan secara luas langkah-langkah umum untuk memandu peneliti dalam melaksanakannya. Penelitiaan kualitatif cenderung dirancang menjadi presstablished. Peneliti kualitatif lebih banyak mempunyai exibilas didalamnya, kedua-duanya menggunakan strategi dalam penelitian mereka secara keseluruhan. Kedua penelitian itu cenderung dirancang untuk muncul selama penelitian. Peran peneliti yang paling sering dalam penelitian kuantitatif adalah sebagai seorang peninjau yang bebas, sedangkan peneliti kualitatif cenderung terlibat langsung dalam situasi penelitian yang dilakukan. Jenis tradisi belajar yang kuantitatif adalah eksperimen, untuk kualitatif adalah etnografi.
Akhirnya, kebanyakan peneliti ingin menetapkan penyamarataan yang melebihi situasi tertentu dengan segera. Peneliti kualitatif, pada sisi lain, sering tidak mencoba untuk menyamaratakan situasi tertentu diluar, tetapi sering meminta penilaian kepada pembaca. Ketika disamaratakan, penyamarataan pada umumnya pada lingkup yang terbatas.
Banyak perbedaan yang telah diuraikan, tentu saja itu tidak mutlak. Kadang-Kadang peneliti akan menggunakan kedua-duanya pendekatan kualitatif dan kuantitatif di dalam studi yang sama. Penelitian seperti ini dikenal sebagai mixed-methods research. Keuntungannya adalah dengan menggunakan berbagai macam metode, pengumpulan dan penelitian dari data yang berbeda akan lebih baik di bandingkan hanya menggunakan satu metode.
Metode penelitian campuran adalah metode penelitian yang menggunakan 2 jenis penelitian  yakni kuantitatif dan kualitatif dalam penelitian yang sama. Manfaat dengan menggunakan ke 2 jenis penelitian, peneliti mampu mengumpulkan dan menganalisis lebih banyak jenis data.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat di diuraikan bahwa : Penelitian metode campuran merupakan pendekatan penelitian yang mengombinasikan atau mengasosiasikan bentuk kualitatif dan bentuk kuantitatif. Pendekatan ini melibatkan asumsi-asumsi filosofis, aplikasi pendekatan-pendekatan kualitatif dan kuantitatif, serta pencampuran (mixing) kedua pendekatan tersebut dalam satu penelitian. Pendekatan ini lebih kompleks dari sekadar mengumpulkan dan menganalisis dua jenis data; tetapi juga melibatkan fungsi dari dua pendekatan penelitian tersebut secara kolektif (bersamaan) sehingga kekuatan penelitian ini secara keseluruhan lebih besar daripada penelitian kualitatif dan kuantitatif.
B.  Jenis Penelitian Pendidikan
Secara umum ada beberapa metodologi yang biasa digunakan dalam penelitian pendidikan antara lain:
1.  Penelitian eksperimental
2.  Penelitian korelasional
3.  penelitian kausal komparatif
4.  Penelitian survey
5.  Penelitian etnografi
6.  Penelitian historis
7.  Penelitian Tindakan Kelas

Penelitian Eksperimental
·      Merupakan penelitian yang paling mendekati metode ilmiah
·      Peneliti   memberikan   perlakuan   yang   berbeda   pada   dua kelompok,  dan  kemudian  mempelajari  efek  perlakuan.  Hasil dari penelitian ini mempunyai interpretasi yang jelas dan lugas
·      Misalnya:  Seorang  guru  fisika  ingin  mengetahui  metode mengajar  manakah  yang  efektif  untuk  mengajarkan  konsep yang   abstrak   (misalnya   usaha dan energi).   Maka   ia   dapat merancang     suatu     penelitian     untuk     membandingkan  efektivitas   dari   dua   macam   metode   mengajar   untuk meningkatkan pemahaman siswa. Metode mengajar yang digunakan ini disebut Variabel bebas atau   variabel   perlakuan   (misalnya   metode   inkuiri   dan praktikum). Variabel ini tidak dapat dikuantifikasi langsung, namun kedua metode ini diuji efektivitasnya melalui tes hasil belajar  siswa  untuk  konsep  usaha dan energy tersebut.  Nilai  tes  yang dicapai   siswa   disebut   variabel   tak   bebas   (dependent variable).
     Dalam  eksperimen  yang  sederhana  ini  ada  dua  metode  yang kontras  untuk  dibandingkan  satu  sama  lain.  Dalam  hal  ini diperlukan  pula  variabel  pembanding  atau  pengendali  yang disebut  extraneous  variable,  misalnya  tingkat  kemampuan siswa, usia, jenjang kelas, bahan ajar, dan karakteristik guru, yang   dapat   berpengaruh   terhadap   hasil   belajar   selama berlangsungnya investigasi. 
     Metode  ini  juga  menghendaki  adanya  kesamaan  dalam  cara pengelolaan   kelas   selama   periode   waktu   tertentu,   dan kesamaan  bahan  ajar  pada  kedua  kelompok,  kesamaan  usia, dan jenjang kelas siswa.

Penelitian Korelasional
·      Tujuan penelitian ini adalah menentukan hubungan antara dua variabel atau lebih.
·      Misalnya:   Seorang   guru   fisika  ingin   mengetahui individu  yang  bagaimana  yang  sering  mengalami  kesulitan dalam  mempelajari  kinematika.  Bila  kita  dapat  memprediksi secara   tepat,   maka   kita   dapat   menganjurkan   saran koreksi   terhadap   guru   tersebut   untuk   menggunakan metode tertentu, sehingga anak senang belajar kinematika.
     Untuk  itu  kita  perlu  mengumpulkan  sejumlah  informasi yang  diperkirakan  ada  kaitannya  dengan  konsep  kinematika seperti   kinerja   siswa   dalam   tugas   logik   mempelajari konsep   kinematika   (kemampuan   menghitung,   pemahaman konsep kinematika,  memecahkan  soal-soal),  kemampuan verbal, kebiasaan belajar, pengalaman siswa dalam belajar fisika  atau  pengalaman  dengan  guru  fisika, dan  informasi  lain  yang  menyebabkan  adanya  siswa  yang senang   pelajaran   kinematika,   dan   siswa   yang   membenci pelajaran kinematika.
·      Penelitian    korelasional    bertujuan    untuk    menyelidiki hubungan  yang  bermakna.   Oleh   karena   itu   dalam penelitian   ini   diharapkan   tidak   ada   intervensi   atau manipulasi  yang  dapat  mempengaruhi  hasilnya,  kecuali instrumen  penelitian  yang  diperlukan  untuk  mengumpulkan data. Sampel haruslah individu yang sama

Penelitian Kausal Komparatif
·      Penelitian  ini  bertujuan  untuk  menyelidiki  akibat  dari perbedaan diantara kelompok atau orang-orang.
·      Misalnya  guru  ingin  membandingkan  apakah  hasil  belajar siswa  dari  keluarga  dengan  orang  tua  tunggal  (single parent)  lebih  buruk  dari  pada  siswa  dari  keluarga  utuh. Untuk  menyelidiki  hal  ini,  guru  harus  memilih  secara sistematis  dua  kelompok  siswa  (orang  tua  tunggal  dan orangtua lengkap) – yang sesungguhnya (bukan manipulasi) 
     Setelah  itu  guru  membandingkan  hasil  belajar  mereka. Setelah   nyata   berbeda,   guru   tidak   boleh   segera menyimpulkan   bahwa   situasi   keluarga   mempengaruhi prestasi  belajar  siswa,  sebab masih  ada  factor  lain  yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
·      Interpretasi  dari  penelitian  kausal  komparatif  adalah terbatas, karena peneliti tidak boleh menyimpulkan bahwa faktor  tertentu  dapat  mempengaruhi  tingkah  laku  yang diobservasi.  Dalam  contoh  ini,  guru  tidak  mengetahui  (1) bahwa  perbedaan  prestasi  mungkin  disebabkan  karena situasi rumah (2) status orangtua juga dapat menyebabkan perbedaan     prestasi (3) adanya     faktor     lain     yang berpengaruh.

Penelitian Survei
·      Penelitian  ini  bertujuan  untuk  memperoleh  data  yang menentukan sifat spesifik ndari suatu kelompok.
·      Misalnya seorang kepala sekolah ingin mengetahui dampak dari  kebijakan  administrasi  yang  dilakukannya.  Apakah siswa   suka   atau   tidak   suka   terhadap   kebijakannya? Kebijakan mana yang paling disukai, dan yang paling tidak disukai. 
·      Suatu   survey   deskriptif   perlu   menyiapkan   sejumlah pertanyaan  yang  dikemas  dalam  bentuk  kuesioner  atau angket  untuk  sejumlah  besar  responden  atau  individu, melalui   surat,   telepon,   e-mail,   sms,   atau   diberikan langsung.   Jika   menghendaki   jawaban   langsung   dari responden,    dapat    melalui    wawancara.    Jawabannya kemudian  ditabulasi,  umumnya  dalam  bentuk  frekuensi atau persentase dari setiap jawaban pertanyaan.
·      Kesulitan   penelitian   survey   adalah   (1)   ada   keraguan terhadap  jawaban  yang  diberikan;  apakah  murni/jujur, tidak   asal-asalan   (2)   pengembalian   semua   kuesioner secara lengkap agar dapat dianalisis dengan benar.
·      Manfaat   dari   penelitian   survey   adalah   kemungkinan memperoleh sejumlah informasi dari sampel besar
·      Jika peneliti mengharapkan jawaban yang lebih rinci, maka dapat dilakukan melalui wawancara. Keuntungan wawancara adalah   dapat   membuat   pertanyaan   terbuka   (melalui daftar  pertanyaan),  sehingga  dapat  diperoleh  jawaban yang rinci dan mendalam.

Penelitian Etnografi
·       Penelitian etnografi merupakan salah satu penelitian kualitatif. Penelitian etnografi adalah penelitian berhubungan pada dokumentasi atau gambaran kegiatan seseorang setiap hari, atau menggunakan observasi dan interview.
·      Misalnya:    Bagaimana  cara  guru  olahraga  mengajarkan suatu   materi?   Apa   yang   dilakukan   oleh   guru   dalam kegiatan rutin sekari-hari? Apa yang dilakukan oleh siswa setiap hari? Kegiatan apa yang dilakukan setiap hari?
·      Untuk memperoleh jawaban atas pertanyaan di atas, maka peneliti  dapat  melakukan  ethnographic  research,  yang menekankan  pada  dokumentasi  dan  gambaran  kegiatan atau apa yang dialami oleh individu, melalui observasi dan interview. Sebagai contoh, dapat dilakukan di suatu kelas di SD, di mana peneliti melakukan observasi atas kegiatan guru   dan   siswa   secara   penuh,   utuh,   dan   kemudian mendeskripsikannya  secara  sangat  rinci.  Deskripsi  ini merupakan “potret” dari suasana sosial di kelas tersebut; pengalaman  intelektual  dan  emosional  siswa;  cara  guru menghadapi siswa dari berbagai ras, etnik, jenis kelamin, kemampuan.  Bagaimana  peran  siswa  dan  guru  di  kelas dipelajari, dimodifikasi, dan dimunculkan sebagai hal yang unik, pertanyaan guru, pertanyaan siswa dan sebagainya

Penelitian Sejarah
·      Penelitian ini berkaitan dengan aspek yang terjadi di masa lalu.  Data  diperoleh  melalui  penelitian  dokumen,  atau wawancara  dengan  individu  yang  hidup  pada  masa  itu. Penelitian  ini  berupaya  untuk  merekonstruksi  setepat mungkin  tentang  apa  yang  terjadi  pada  masa  itu  dan menjelaskannya.
·      Misalnya, Seorang koordinator kurikulum di sekolah, ingin mengetahui tentang argumentasi yang terjadi di masa lalu tentang  kurikulum  kelas  12.  Untuk  itu  ia  harus  membaca berbagai  hasil  penelitian  sosial  dan  teori  kurikulum  yang kemudian perlu diperbandingkan

Penelitian Tindakan kelas
·      Penelitian   Tindakan   Kelas   (PTK)   bersifat   situasional, berkaitan  dengan  mendiagnosis  masalah  dalam  konteks tertentu,  misalnya  masalah  di  kelas  atau  di  sekolah. Masalah berangkat dari praktek pembelajaran sehari-hari yang  benar-benar  dirasakan  oleh  guru  atau  siswanya. Kemudian  diupayakan  penyelesaiannya  demi  peningkatan mutu  pendidikan,  prestasi  siswa,  profesi  guru,  dan  mutu sekolahnya  dengan  jalan  merefleksi  diri  sebagai  praktisi dalam  pelaksanaan  tugas-tugasnya  dan  sekaligus  secara sistematik meneliti praksisnya sendiri.
·      Penelitian  tindakan  kelas  merupakan  upaya  kolaboratif antara  guru  dengan  siswanya,  bersifat  “self  evaluative‟ yaitu  modifikasi  praksis  yang  dilakukan  secara  kontinyu dan   dievaluasi   dalam   situasi   yang   terus   berjalan   di samping memperbaiki praksis pembelajarannya.